kumpulan judul skripsi

Standar

PROPOSAL UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA DI SDN I KUNIR WONODADI BLITAR A. Konteks Penelitian Pesatnya kemajuan mesin cetak saat ini telah memungkinkan penyebaran informasi secara cepat. Hasil – hasil penelitian dan kemajuan sains dan teknoligi begitu cepat dan disebarkan. Satu judul buku tentang suatu masalah yang menjadi perhatian kita belum sampai separuhnya kita baca, telah di susul judul baru. Setiap hari hampir diterbitkan informasi – informasi baru melalui media cetak diseluruh penjuru dunia. Di sisi lain perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut terciptanya masyarakat yang gemar belajar. Proses belajar yang paling efektif diantaranya melalui membaca. Masyarakat yang gemar membaca akan memperoleh wawasan dan pengetahuan baru yang akan semakin mencerdaskan mereka, sehingga mereka akan lebih mampu menjawab tantangan hidup dimasa yang akan datang. Membaca merupakan suatu yang vital dalam suatu masyarakat terpelajar. Namun, siswa yang tidak memahami pentingnya membaca, akan ketinggalan informasi yang terus berkembang. Belajar membaca merupakan usaha yang terus menerus, dan siswa yang mempunyai minat membaca dalam kegiatan pribadinya akan lebih giat belajar dibanding dengan siswa yang tidak mempunyai minat membaca. Membaca semakin penting dalam kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Setiap aspek kehidupan masyarakat melibatkan kegiatan membaca. Ambillah contoh tanda – tanda jalan yang mengarahkan orang yang bepergian sampai pada tujuannya, telah menginformasikan mengemudi mengenai bahaya di jalan, dan meningkatkan aturan – aturan lalu lintas. Di samping itu, membaca merupakan tuntutan realitas kehidupan sehari–hari manusia. Beribu judul buku dan berjuta koran tersebar dan diterbitkan setiap hari. Pesatnya informasi ini menimbulkan tekanan pada guru untuk menyiapkan bacaan yang memuat informasi yang relevan untuk siswa – siswinya. Walaupun tidak semua informasi perlu dibaca tetapi jenis–jenis bacaan tentu yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan kita tentu perlu di baca. Dalam kegiatan pendidikan, terutama pendidikan tingkat dasar, bimbingan guru terhadap siswanya tentang pentingnya membaca memiliki peranan yang sangat penting. Untuk itu guru perlu memberikan informasi tentang pentingnya membaca. Karena di tingkat pendidikan dasar siswa mulai mengenal dunia pendidikan. Peranan guru untuk memotivasi siswa agar mempunyai minat membaca sangat penting, karena pada masa itu anak mengalami perpindahan bentuk lingkungan. Kemampuan membaca dan menulis termasuk keterampilan yang harus di pelajari dengan sengaja. Tidak sama halnya dengan kemampuan berbicara, kemampuan mendengar dan berbicara termasuk kemampuan yang diperoleh dengan sewajarnya, maksudnya anak mempelajari itu dengan sendirinya. Untuk belajar membaca diperlukan beberapa persyaratan, yaitu anak mampu menangkap perkataan orang lain, anak mampu mengeluarkan isi hatinya, mampu memahami bahwa coretan-coretan dan gambar itu mempunyai arti dan bunyi tertentu. Bila kekurangan dari salah satu maka syarat yang tersebut diatas dapat mengurangi kelancaran pengajaran membaca permulaan sebab anak akan mengalami hambatan yang berarti. Padas usia 8-12 tahun siswa sekolah dasar akan mengalami masa belajar. Maka pada saat inilah siswa menambah pengetahuanya, menambah kemampuannya, mencapai kebiasaan yang baik. Anak tidak lagi egosentris artinya anak tidak lagi memandang diri sendiri sebagai pusat perhatian lingkungan. Anak mulai memperhatikan lingkungan sekelilingnya dengan obyektif. karena timbul keinginan untuk mengetahui kenyataan. keinginan ini akan mendorong untuk menyelidiki sesuatu yang ada di lingkunganya. Dan pada saat itulah anak mulai tumbuh minat untuk membaca. Pada usia ini pengetahuan siswa tentang pengetahuan masih bersifat dasar sehingga perlu penambahan minat membaca untuk bekal menjalani hidupnya. Terkadang orang tua hanya menyerahkan sepenuhnya kepada lembaga Pendididikan seperti sekolah dasar yang merupakan lembaga pendididikan tingkat dasar. Akan terasa kurang bila siswa hanya mengandalkan pengetahuan dari keterangan yang diberikan guru yang diperoleh dari pelajaran yang disampaikan oleh guru, sedangkan pengetahuan yang harus difahami siswa terkait dengan amalan dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak dan kompleks. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa pengajaran membaca di sekolah dasar cenderung diabaikan. Umumnya orang, khususnya guru SD menganggap bahwa pengajaran membaca telah berakhir ketika seorang siswa sekolah dasar telah dapat membaca dan menulis permulaan yang biasanya dilaksanakan di kelas I dan II sekolah dasar. Pada jenjang kelas yang lebih tinggi, yaitu kelas III sampai dengan kelas VI, pengajaran membaca belum mendapat perhatian yang serius. Untuk itu merupakan tanggung jawab seorang guru untuk menumbuhkan minat membaca pada diri siswa. Namun yang perlu diperhatikan oleh guru membaca tidak hanya sekedar menyuarakan bunyi – bunyi bahasa atau mencari kata – kata sulit dalam suatu teks bacaannya. Namun membaca melibatkan pemahaman, memahami apa yang dibacanya, apa maksudnya dan apa implikasinya. Ketika siswa mengalami kesukaran memahami suatu teks, tugas mengajar membaca semakin kompleks. Guru harus membimbingnya agar siswa mempunyai minat dan kemampuan dalam membaca. Di SDN I Kunir Wonodadi Blitar. Ketika penulis mengadakan pengamatan pendahuluan ternyata di sekolah ini kemampuan membaca siswa siswinya belum bisa dikatakan maksimal. Hal ini dapat dilihat dari kebanyakan siswa masih menggunakan cara-cara membaca yang justru menghambat untuk membaca pemahaman seperti para siswa masih bersuara saat membaca, menggunakan tangan untuk menunjuk kata demi kata, ini sebenarnya merupakan teknik membaca yang lambat dan kurang tepat. Lemahnya pemahaman dalam mengambil intisari bacaan yang telah dibaca, ini dapat diketahui dari hasil siswa dalam menjawab soal-soal dalam bacaan yang telah dibacanya kurang menunjukkan ketepatan. Penulis memilih SDN I Kunir Wonodadi Blitar karena pada kelas IV sampai VI seorang siswa dituntut bukan hanya bisa membaca saja, melainkan harus sudah dikembangkan cara-cara membaca yang cepat dan tepat, cepat dalam durasi waktu membaca, dan tepat dalam memahami isi bacaan, karena kalau hal ini tidak di tradisikan sejak dini maka kebiasaan membaca yang kurang tepat akan terbawa sampai siswa melanjutkan jenjang yang lebih tinggi. Dari sinilah kegiatan membaca perlu untuk ditingkatkan secara terus menerus, tidak hanya cepat dalam waktu membaca melainkan tepat dalam memahami isi bacaan juga perlu diperhatikan. Dan yang lebih penting bahwa siswa juga harus ditingkatkan minat untuk selalu membaca. Karena kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang telah diterapkan di SDN I Kunir Wonodadi Blitar merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi para guru dalam meningkatkan minat dan kemampuan membaca siswa. Mengingat bahwa dengan kurikulum ini siswa dituntut untuk aktif secara mandiri bukan harus terus menerus menggantungkan kemampuannya kepada guru. Dari latar belakang tersebut penulis tertarik untuk mengangkat tema membaca ini dalam suatu bahasan skprisi yang berjudul “Upaya Guru Dalam Meningkatkan Minat dan Kemampuan Membaca Siswa Di SDN I Kunir Wonodadi Blitar” B. Fokus Penelitian Dari uraian konteks penelitian di atas, permasalahan yang dapat penulis rumuskan dalam skripsi ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimaa minat membaca siswa di SDN I Kunir Wonodadi Blitar ? 2. Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan minat membaca siswa di SDN I Kunir Wonodadi Blitar ? C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin penulis capai dalam penelitian ini adalah: 1. Untuk mendeskripsikan tentang minat membaca siswa di SDN I Kunir Wonodadi Blitar. 2. Untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan minat membaca siswa di SDN I Kunir Wonodadi Blitar. D. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian yang dikemukakan oleh peneliti adalah pada guru, kepala sekolah dan siswa.: a. Bagi Guru Memberikan wawasan pada guru tentang arti pentingnya membaca, serta memberi cara – cara dalam membaca yang efektif dari wawasan ini, diharapkan para guru atau insan pendidik dapat menerapkan cara membaca yang tepat dalam mendidik dan pembelajaran siswanya. b. Kepala Sekolah Sebagai bahan acuan kepala sekolah sebagai penanggung jawab tertinggi sekolah dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan pengadaan buku – buku bagi siswa sehingga diharapkan dapat memberikan fasilitas yang sifatnya mendidik dan membimbing individu ke arah yang lebih baik dan bukannya memberikan fasilitas lain yang kurang bermanfaat bagi proses berkembangnya pembelajaran. c. Bagi Siswa Dengan membiasakan membaca, maka kemampuan siswa dalam memahami sebuah isi bacaan akan meningkat pula. Hal ini akan memudahkan siswa apabila nanti belajar pada sekolah yang lebih tinggi, atau sudah terjun dalam masyarakat atau menekuni pekerjaan tertentu mereka tidak merasa kesulitan lagi, karena sejak dini telah di biasakan untuk gemar membaca. E. Metode Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penelitian ini peneliti memusatkan perhatian pada upaya guru dalam meningkatkan minat membaca siswa, dengan menggunakan penelitian kualitatif, yaitu “suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dan orang-orang atau perilaku yang diamati”. Dengan pendekatan kualitatif ini, semua data berupa kata-kata lisan maupun tulisan dari sumber data manusia yang telah diamati dan dokumen terkait lainnya, disajikan dan digambarkan apa adanya dan selanjutnya ditelaah guna menemukan makna. Adapun ciri-ciri pendekatan kualitatif menurut Lexy J. Moleong adalah sebagai berikut: (a) mempunyai latar alamiah, (b) manusia sebagai alat (instrumen), (c) memakai matematika kualitatif, (d) analisa data secara induktif, (e) lebih mementingkan proses daripada hasil, (f) penelitian bersifat dekskriptif, (g) teori dasar (grounded theory), (h) adanya batas yang ditentukan oleh fokus, (i) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data, (j) desain yang bersifat sementara, (k) hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah studi kasus, yaitu “merupakan penyelidikan yang mendalam terhadap suatu individu, kelompok, atau institusi”. 2. Kehadiran Peneliti Sesuai dengan pendekatan penelitian ini, penelitian kualitatif, maka kehadiran peneliti di lapangan adalah sangat penting dan diperlukan secara optimal. Karena peneliti merupakan salah satu instrumen kunci dalam menangkap makna sekaligus sebagai alat pengumpul data. Dalam pengumpulan data yaitu mengenai observasi, peneliti bertindak sebagai pengamat partisipan dan kehadiran peneliti diketahui statusnya oleh objek atau informan. 3. Lokasi Penelitian Peneliti memilih lokasi penelitian di SDN Kunir I dengan alasan, bahwa obyek penelitian termasuk lembaga pendidikan yang dikategorikan berkualitas. Di samping itu SDN I kunir memiliki perpustakaan yang lengkap, serta memiliki tempat yang strategis untuk pelaksanaan belajar mengajar, karena jauh dari tempat hiburan atau keramaian. SDN I Kunir Wonodadi Blitar juga berbeda dengan SDN lainnya yang berada di Kabupaten Blitar, karena para siswa di SDN I Kunir Wonodadi Blitar mempunyai prestasi yang baik, tebukti dengan adanya berbagi perlombaan SDN I Kunir Wonodadi Blitar selalu mendapat juara. Di samping itu para guru di SDN I Kunir Wonodadi Blitar dalam setiap pembelajaran selalu berupaya untuk menumbuhkan minat membaca bagi para siswa. Dengan cara memberi tugas para siswa untuk membaca di perpustakaan. Agar siswa nantinya mempunyai kebiasaan untuk selalu membaca. Secara geografis lokasi SDN I Kunir Wonodadi Blitar terletak di Desa Kunir Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. Tepatnya perempatan Podok Pesantren Kunir (PPMQ) ke timur kurang lebih 100 Meter, selatan jalan. 4. Sumber Data Sumber data dalam penelitian kualitatif adalah “kata-kata dan tindakan, selebihnya yaitu data tambahan seperti dokumen dan data yang lainnya”. Jadi data dalam penelitian ini adalah semua informasi yang diperoleh dari para informan yang dianggap paling mengetahui secara rinci dan jelas mengenai fokus penelitian yang diteliti, yaitu upaya guru dalam meningkatkan minat membaca siswa di SDN I Kunir Wonodadi Blitar. Selain diperoleh melalui informan, data juga diperoleh dari hasil dokumentasi yang menunjang terhadap data yang berbentuk kata-kata tertulis maupun tindakan. Dalam penelitian ini peneliti akan mengeksplorasikan jenis data kualitatif yang berkaitan dengan masing-masing fokus penelitian yang sedang diamati. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. a. Data primer Kata-kata dan tindakan dari orang yang diwawancarai atau yang diamati merupakan sumber data utama dalam penelitian ini. Jenis data ini diambil melalui catatan tertulis, atau pengambilan foto. Pencatatan sumber data ini melalui wawancara dan pengamatan serta merupakan hasil gabungan dari melihat, mendengarkan, dan bertanya. Jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan pada subjek penelitian dicatat sebagai data utama ditambah dengan hasil pengamatan dari tindakan subjek penelitian di SDN I Kunir Wonodadi Blitar . b. Data sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari pihak yang tidak berhubungan langsung dengan masalah yang diteliti. Data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumen-dokumen yang ada di SDN I Kunir Wonodadi Blitar. 5. Prosedur Pengumpulan Data Untuk memperoleh data di lapangan dalam rangka mendeskripsikan dan menjawab permasalahan yang sedang diteliti, maka digunakan metode pengumpulan data sebagai berikut: a. Metode observasi Metode observasi yaitu “cara pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dan sengaja, diawali dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan atas gejala yang sudah diteliti dengan melibatkan diri dalam latar yang sedang diteliti”. Penelitian menggunakan metode observasi untuk mengetahui secara langsung apa yang terdapat di lapangan tentang usaha-usaha yang dilakukan oleh guru di SDN I Kunir Wonodadi Blitar untuk meningkatkan minat membaca siswa. b. Metode dokumentasi “Metode dokumentasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber noninsani, sumber ini terdiri dari dokumen, dan rekaman seperti surat kabar, buku harian, naskah pribadi, foto-foto, catatan kasus, dan lain sebagainya”. Dokumentasi dilakukan peneliti untuk memperoleh data tentang: 1) Sejarah berdirinya SDN I Kunir Wonodadi Blitar 2) Keadaan guru dan siswa SDN I Kunir Wonodadi Blitar 3) Profil SDN I Kunir Wonodadi Blitar 4) Struktur organisasi SDN I Kunir Wonodadi Blitar 5) Sarana dan prasarana SDN I Kunir Wonodadi Blitar c. Metode wawancara Metode wawancara yaitu “bentuk komunikasi antara dua orang atau lebih yang melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari orang lain dengan mengajukan pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu”. Wawancara dalam penelitian ini ditujukan peneliti kepada para guru pendidikan, kepala sekolah, dan siswa di SDN I Kunir Wonodadi Blitar . Metode ini digunakan untuk mengetahui: 1) Metode yang digunakan guru dalam meningkatkan kemampuan dan kegemaran membaca siswa di SDN I Kunir Wonodadi Blitar . 2) Cara guru dalam memberikan informasi tentang pentingnya membaca sehingga siswa mempunyai motivasi untuk terus mempunyai kegemaran membaca. 3) Cara guru membimbing siswa dalam membaca yang baik dan benar agar siswa mudah dalam memahami isi bacaan. 6. Analisis Data “Analisis data merupakan salah satu langkah penting dalam rangka memperoleh temuan-temuan hasil penelitian”. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif dengan membuat gambaran yang dilakukan dengan cara (1) reduksi data atau penyederhanaan (data reduction), (2) paparan/sajian data (data display), dan (3) penarikan kesimpulan. Reduksi data adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengobservasian, dan transformasi data mentah/data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi data dilakukan dengan membuat ringkasan, mengembangkan sistem pengkodean, menelusuri tema, membuat gugus-gugus, dan menuliskan memo. Penyajian data adalah proses penyusunan informasi yang kompleks dalam bentuk sistematis, sehingga menjadi bentuk yang sederhana serta dapat dipahami maknanya. Sedangkan penarikan kesimpulan adalah langkah terakhir yang dilakukan peneliti dalam menganalissi data secara terus menerus baik pada saat pengumpulan data atau setelah pengumpulan data. Dalam penelitian kualitatif penarikan kesimpulan tersebut dengan cara induktif, yang mana peneliti berangkat dari kasus-kasus yang bersifat khusus berdasarkan pengalaman nyata kemudian dirumuskan menjadi model, konsep, teori, prinsip, propinsi, atau definisi yang bersifat umum. Dengan kata lain, penarikan kesimpulan secara induktif adalah proses penelitian yang diawali dengan mengumpulkan data dan kemudian mengembangkan suatu teori dan data-data tersebut. 7. Pengecekan Keabsahan Data Keabsahan data dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan kriteria kredibilitas (derajat kepercayaan). Kredibilitas dimaksudkan untuk membuktikan bahwa apa yang berhasil dikumpulkan sesuai dengan kenyataan yang ada dalam latar penelitian. Dalam buku karangan Lexy J. Moleong dituliskan beberapa teknik pemeriksaan keabsahan data, yaitu “a) perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamat, c) trianggulasi, d) pengecekan sejawat, e) kecukupan referensial, f) kajian kasus negatif, dan g) pengecekan anggota”. Untuk memenuhi keabsahan temuan tentang upaya guru dalam meningkatkan minat membaca siswa di SDN I Kunir, digunakan teknik pemeriksaan sebagai berikut: (a) perpanjangan keikutsertaan pengamat; (b) ketekunan pengamat; (c) trianggulasi, diperoleh dibandingkan, diuji dan diseleksi keabsahannya. Triangulasi adalah tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Tehnik triangulasi yang paling banyak digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber lainya. Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Hal ini dapat dicapai dengan jalan: a. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara b. Membandingkan dengan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi. c. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu. d. Membandingkan keadaan dengan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan. e. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang terkait. Tehnik trianggulasi data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangggulasi dengan metode membandingkan perolehan data dari tehnik pengumpulan data yang sama dengan sumber yang berbeda. 8. ¬Tahap-tahap Penelitian Penelitian ini melalui empat tahap, yaitu: a. Tahap sebelum ke lapangan, meliputi kegiatan: 1) Menyusun proposal penelitian 2) Menentukan fokus penelitian 3) Konsultasi fokus penelitian 4) Menghubungi lokasi penelitian 5) Mengurus perizinan 6) Seminar proposal penelitian. b. Tahap pekerjaan lapangan, meliputi kegiatan: 1) Memahami latar penelitian dan persiapan diri 2) Memasuki lapangan. 3) Pengumpulan data atau informasi yang terkait dengan fokus penelitian. 4) Pencatatan data. c. Tahap analisis data, meliputi kegiatan: 1) Analisis data 2) Penafsiran data 3) Pengecekan keabsahan data 4) Memberi makna. d. Tahap penulisan laporan, meliputi kegiatan: 1) Penyusunan hasil penelitian 2) Konsultasi hasil penelitian kepada pembimbing 3) Perbaikan hasil konsultasi 4) Pengurusan kelengkapan persyaratan ujian 5) Munaqosah skripsi. OUT LINE BAB I : PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian B. Fokus Penelitian C. Tujuan Penelitian D. Manfaat penelitian. BAB II : LANDASAN TEORI A. Tinjauan tentang guru 1. Pengertian guru 2. Tugas dan tanggung jawab guru 3. Syarat-syarat guru B. Tinjauan Tentang Membaca 1. Arti Penting Membaca 2. Teori-teori Tentang Membaca 3. Teori Membaca Pemahaman 4. Teori untuk Meningkatkan Minat Baca bagi Anak 5. Hal – hal yang dapat menghambat membaca dan mengatasinya 6. Ajaran Islam Tentang Pentingnya Membaca. BAB III : METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian B. Kehadiran Peneliti C. Lokasi Penelitian D. Sumber Data E. Prosedur Pengumpulan Data F. Analisis Data G. Pengecekan Keabsahan Data H. Tahap-tahap Penelitian BAB IV : PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN A. Paparan Data B. Temuan Penelitian BAB V: PEMBAHASAN BAB VI : PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA Arifin, Imron. Penelitian Kualitatif Dalam Ilmu-Ilmu Sosial Dan Keagamaan. Malang: Kalimasahada Press, 1996. Gie, The Liang. Cara Belajar Yang Baik. Yogyakarta : PUBIB, 1998. ———, Cara Belajar Efisien. Yogyakarta: PUBIB, 1998 Hutabarat, EP. Cara Belajar, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1988. Hamalik, Oemar. Psikologi Belajar Dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru, 1992. Hernowo, Mengikat Makna, Kiat – Kiat Ampuh Melejitkan Kemauan Plus Kemampuan Membaca Dan Menulis Buku. Bandung, Kaifa, 2001. Jennings, Paul, Agar Anak Anda Tertular Virus Membaca. Bandung: MLC. 2003 Kartono, Kartini, Psikologi Umum. Bandung: Mandar Maju, 1990. Lubis, Zulkifli. Psikologi Perkembangan. bandung: Remaja Karya CV, 1987. Leonhard, Mary. 99 Cara Menjadikan Anak Anda Keranjingan Membaca. Bandung: Kaifa, 1999. Rahim, Farida, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar, Jakarta: Bumi Aksara. 2008. Maddox, Harry, Aku Berhasil Dalam Study, Jakarta: Cipta Loka Caraka. 1991 Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 1998. Mulyana, Deddy, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), 180 Sabri, Alisuf. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1995. Suryabrata, Sumadi. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1990. Sumanto, Metode Penelitian Sosial dan Pendidikan (Yogyakarta: Andi Offset, 1990), 56.

contoh buku penghubung

Standar

BUKU
PENGHUBUNG

MI AINUL HUDA JUWET

MADRASAH IBTIDAIYAH
AINUL HUDA
JUWET NGRONGGOT NGANJUK

BUKU
PENGHUBUNG

MI AINUL HUDA JUWET

MADRASAH IBTIDAIYAH
AINUL HUDA
JUWET NGRONGGOT NGANJUK

BUKU
PENGHUBUNG

MI AINUL HUDA JUWET

MADRASAH IBTIDAIYAH
AINUL HUDA
JUWET NGRONGGOT NGANJUK

BUKU
PENGHUBUNG

MI AINUL HUDA JUWET

MADRASAH IBTIDAIYAH
AINUL HUDA
JUWET NGRONGGOT NGANJUK

Dengan Hormat,
Dengan ini kami beritahukan bahwa:

Harap menjadikan periksa

Telah membaca Hormat Kami
Wali Murid Guru Kelas

(…………………) (…………………..)

Pesan / Kesan Wali murid:

Dengan Hormat,
Dengan ini kami beritahukan bahwa:

Harap menjadikan periksa

Telah membaca Hormat Kami
Wali Murid Guru Kelas

(…………………) (…………………..)

Pesan / Kesan Wali murid:

Dengan Hormat,
Dengan ini kami beritahukan bahwa:

Harap menjadikan periksa

Telah membaca Hormat Kami
Wali Murid Guru Kelas

(…………………) (…………………..)

Pesan / Kesan Wali murid:

Dengan Hormat,
Dengan ini kami beritahukan bahwa:

Harap menjadikan periksa

Telah membaca Hormat Kami
Wali Murid Guru Kelas

(…………………) (…………………..)

Pesan / Kesan Wali murid:

MEDP

Standar

Laporan PEMBANGUNAN TOILET/WC
Madrasah education development project
Medp – adb loan 2294 – (SF)

Mi ainul huda
Jl. Tambangan nusantara Dsn Suruh Ds. Juwet kec. Ngronggot
Kabupaten nganjuk
Jawa timur
Mei 2010
Daftar isi
SURAT PENGANTAR
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
LRBMG Bulanan/Triwulan
LKPPM
Buku kas Umum
Buku Kas Tunai
Buku-buku pembantu
a. Buku pembantu Bank
b. Buku pembantu Panjar
c. Buku pembantu pembangunan perpustakaan
d. Buku pembantu pembangunan ruang MCK
e. Buku pembantu buku teks
f. Buku pembantu peralatan perpustakaan
g. Buku pembantu furniture kelas
h. Buku pembantu alat peraga IPA
i. Buku pembantu peralatan laboratorium
j. Buku pembantu peralatan media pembelajaran
Surat pernyataan tanggung jawab belanja
Bukti-bukti transaksi
Foto dokumentasi (seluruh program/komponen kegiatan)
Pentup